0 terima 0 tolak
oleh (11,950 Rupiah)

Seperti yang kita ketahui pada umumnya, satu jenis mahluk hidup kelas Malacostraca yang bernama Ketam atau yuyu atau Gecarcinucoidea merupakan salah satu binatang sejenis kepiting air tawar. Kata ini diambil dari bahasa Jawa. Ketam air tawar ini ada banyak jenisnya, dan kerap didapati di sungai-sungai, danau, dan persawahan; termasuk di parit-parit dan tanah bencah di sekitarnya. 

Dalam ilmu zoologi, jenis-jenis yuyu biasanya tergolong ke dalam suku Parathelphusidae atau Gecarcinucidae, superfamilia Gecarcinucoidea. Yuyu tidak jarang terlihat di luar air. Berbeda dengan kepiting laut yang sepasang kaki belakangnya berbentuk pipih, kaki yuyu semuanya memiliki ujung lancip. Tempurung punggung yuyu umumnya berwarna kecoklatan, kehitaman, hingga ungu gelap; kerap memiliki lekukan seperti bekas terinjak tapak kaki kuda. Tepi tempurungnya kadang-kadang ada yang memiliki beberapa duri kecil.

Beberapa jenis yuyu merupakan hama bagi petani karena membuat lubang-lubang sarang di pematang sawah dan tepi saluran irigasi, dan membocorkan air yang dibutuhkan untuk mengairi sawah. Jenis-jenis tertentu juga merusak semaian padi, seperti halnya Parathelphusa convexa, P. bogoriensis, dan P. tridentata. Jenis Terrathelphusa (Perbrinckia) kuhli tercatat pernah merusak tanaman tembakau muda secara total di Banyumas

Yuyu banyak pemangsanya. Berang-berang, tikus, biawak, dan berbagai jenis burung air tercatat sebagai musuh alaminya, yang berperan penting untuk mengendalikan populasi yuyu[3]. Di daerah berair payau, sejenis katak (Fejervarya cancrivora) dan ular bakau (Fordonia leucobalia) diketahui memangsa yuyu. Petani Jawa sering memanfaatkan daging hewan ini sebagai umpan untuk meracun tikus sawah.

Hampir semua orang pasti tahu wujud kepiting, tapi tidak banyak yang tahu sifat kepiting. Semoga anda tidak memiliki sifat kepiting yang dengki.

Kepiting adalah binatang anggota krustasea berkaki sepuluh.

Ada pula kepiting air tawar dan darat, khususnya di wilayah-wilayah tropis. Rajungan adalah kepiting yang hidup di perairan laut dan jarang naik ke pantai, sedangkan yuyu adalah ketam penghuni perairan tawar (sungai dan danau).

Beberapa jenis yuyu merupakan hama bagi petani karena membuat lubang-lubang sarang di pematang sawah dan tepi saluran irigasi, dan membocorkan air yang dibutuhkan untuk mengairi sawah.

Pemangsa yuyu adalah berang-berang, tikus, biawak, dan berbagai jenis burung air tercatat sebagai musuh alaminya, yang berperan penting untuk mengendalikan populasi yuyu. Di daerah berair payau, sejenis katak (Fejervarya cancrivora) dan ular bakau (Fordonia leucobalia) diketahui memangsa yuyu. Petani Jawa sering memanfaatkan daging hewan ini sebagai umpan untuk meracun tikus sawah.

Kepiting air tawar di sebut yuyu. Kepiting ukuran kecil namun rasanya cukup lezat. Kepiting itu mudah ditangkap di malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom atau wadah, tanpa diikat.

Keesokkan harinya, kepiting-kepiting ini akan direbus dan lalu disantap untuk lauk pauk.

Yang paling menarik dari kebiasaaan ini, kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom, sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat.

Namun seorang penangkap kepiting yang handal selalu tenang meskipun hasil buruannya selalu berusaha meloloskan diri.

Resepnya hanya satu, yaitu sipemburu tahu betul sifat kepiting.

Bila ada seekor kepiting yang hamper meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan menariknya lagi.

Jika ada lagi yang naik dengan cepat ke mulut baskom, lagi-lagi temannya akan menarik turun ………………. dan begitu seterusnya sampai akhirnya tidak ada yang berhasil keluar.

Keesokkan harinya sang pemburu tinggal merebus mereka semua dan matilah sekawanan kepiting yang dengki itu.

Begitulah pula dalam kehidupan ini ………….. tanpa sadar kita juga terkadang menjadi seperti kepiting-kepiting itu.

Yang seharusnya bergembira jika teman atau saudara kita malahan mencurigai, jangan-jangan kesuksesan itu diraih dengan jalan yang nggak benar.

Apalagi di dalam bisnis atau hal lain yang mengandung unsure kompetisi, sifat iri, dengki, atau munafik akan semakin nyata dan kalau tidak segera kita sadari tanpa sadar kita sudah membunuh diri kita sendiri.

Kesuksesan akan datang, kalau kita bias menyadari bahwa didalam bisnis atau persaingan yang penting bukan siapa yang menang, namu terlebih penting dari itu seberapa jau kita bias mengembangkan diri kita seutuhnya.

Jika kita berkembang, kita mungkin bisa menang atau bisa juga kalah dalam suatu persaingan, namun yang pasti kita menang dalam kehidupan ini.

Seharusnya kepiting-kepiting sawah itu tolong menolong keluar dari baskom, namun ……………. Dibutuhkan jiwa yang besar untuk melakukannya ……………….

Coba renungkan berapa waktu yang anda pakai untuk memikirkan cara-cara menjadi pemenang. Dalam kehidupan social, bisnis, sekolah, atau agama. Dan gantilah waktu itu untuk memikirkan cara-cara pengembangan diri anda menjadi pribadi yang sehat dan sukses.

Harap masuk atau mendaftar untuk menanggapi Informasi ini.

SAHABAT DAN PARTNER

VOSMEDIA | CORONG | UNITAS | DESA DIGITAL | MEDIA ONLINE | BISNIS ONLINE | UMKM

PASANG IKLAN BANNER ATAU TEKS ADVERTORIAL DISINI HANYA Rp.100.000, UNTUK INFORMASI DAN PEMASANGAN KLIK DISINI
IKLAN / ADVERTORIAL
Cara mendapatkan uang
Jasa Pembuatan Web GRATIS
Investasi Wirausaha Baru
Profit 200Ribu Tiap Hari
Bonus Rp.10,- Per detik
Bisnis Investasi Terbaik
Dibayar mahal Per Klik Link
Iklan anda DISINI
Iklan anda DISINI
Iklan anda DISINI
Iklan anda DISINI
Iklan anda DISINI
Iklan anda DISINI
Iklan anda DISINI
Iklan anda DISINI
Iklan anda DISINI
Iklan anda DISINI
Iklan anda DISINI
Iklan anda DISINI
Iklan anda DISINI
Iklan anda DISINI



GoodBusinessComm.com Trust Seal

4 terima 0 tolak
0 Tanggapan
6 terima 0 tolak
1 Tanggapan
7 terima 0 tolak
2 Tanggapan
7 terima 0 tolak
1 Tanggapan
diInformasikan 5 Apr oleh YuYu (12,100 Rupiah)
...